Kamis, 16 Maret 2017

Dalijo dan Batu Kerikil

KERIKIL


Dalijo bekerja pada proyek bangunan suatu saat harus memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat Dalijo harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Sering Dalijo  itu berteriak-teriak,tetapi teman-temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.


TIPS SEHAT ANDA


Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, Dalijo mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba Dalijo  mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Ingin menulis dan dapat uang?? KLIK INI

Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.


Salam

Apakah Keberhasilan Itu?

Pernahkah anda gagal? Dan juga pernahkah anda berhasil?Pastinya dua pertanyaan ini sering menghampiri anda semua. Berhasil dan gagal adalah sebuah kemestian hidup. Gagal ada  karena ada berhasil. Demikian juga, berhasil ada karena ada kegagalan. Namun jarang ada yang bisa memahami dua sisi kehidupan yang tidak bisa terpisahkan ini.
DIDIKLAH ANAKMU GAGAL AGAR DIA TAHU APA ITU BERHASIL
Pola pendidikan di dalam budaya kita sering menajiskan kegagalan, dan oleh karenanya banyak orang tidak pernah mendidik anak-anaknya mengenal apa itu kegagalan. Namun sebagai sebuah keutuhan hidup, biarlah kita memulai mengenalkan kepada anak-anak tentang apa itu keberhasilan dan juga kegagalan.
Salam

Senin, 13 Maret 2017

Cara Mengubah Kehidupan..


Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.
Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.
Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.
Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor :
Seekor elang telah terbang tinggi & melayang² di angkasa. CARA TERBANG ANDA
Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya.
Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan & membuat elang ini terbang.
Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.
Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.
Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.
Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.
Petani menjawab :
"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya".
Dahan itu yang membuatnya selama ini *NYAMAN* sehingga *MALAS* untuk terbang.
Kita dilahirkan sebagai *PEMENANG*,
kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat yaitu: *KETAKUTAN*
tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu dan tidak beranjak dari posisinya.
Atau kadang kita terlalu memegang zona *kenyamanan*, hingga takut & tidak mau melepaskannya.
-Takut capek
-Takut di tolak
-Takut kerja keras
-Takut mencoba
-Takut rugi
-Takut ribet
-Takut gak berkembang
-Takut gagal
-Takut pindah
-Takut repot
-Takut di ejek
-Takut gak bisa
-Takut investasi
-Takut prospek
-Takut follow up
-Takut sharing
-Takut belajar
-Takut mengembangkan diri
-Takut... Jadi Pemimpin dll..
Dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing2.
_*Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali dirimu & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya dirimu*_
*Maka kamu TERBANG TINGGI*
Kenali dirimu dan Potensimu karena Takdir kita adalah seorang Pemenang.
Berani bermimpi
Berani melangkah
Berani berjuang habis - habisan
Sampai akhirnya anda sukses terbang tinggi
*DREAM - PRAY - ACTION*
🙏

Sabtu, 11 Maret 2017

Cinta Cicak



Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.
 HATI2 DENGAN PILIHAN HIDUP ANDA
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akan.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya....AHHHH!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Jumat, 10 Maret 2017

Perjumpaan Yang Menghadirkan Kelahiran Baru


Dalam sejarah, hampir semua orang tidak menyukai dengan apa yang namanya sampah. Dia selalu dihindari dan sebisa mungkin disingkirkandari kehidupan. Semua dilakukan oleh manusia karena merasa bahwa sampah itu sesuatu yang tidak memiliki nilai lebih. Sampah hanya merupakan barang sisa, kotor dan tidak memiliki nilai apapun yang menguntungkan, semuanya merugikan. 

Namun ternyata realita di dunia ini yang selalu bersisi ganda juga bisa ditemukan pada apa yang namanya sampah. Sampah ternyata tidak hanya bersisi buruk atau jelak, namun  ada sisi baik atau positif dari benda bernama sampah itu. Sisi positif dari sampah itu beberapa diantaranya adalah  bisa di daur ulang, yang sampah organic bisa diubah menjadi energi alternatif berupa biogas serta dibuat bank sampah mempermudah pengelolaan sampah. Pada akhirnya, setelah banyak yang tahu sisi baik sampah, banyak orang yang melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikan, namun sebagai sesuatu yang bisa bermanfaat untuk kehidupan.
Cara pandang atau paradigma sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Cara pandang yang salah terhadap apapun akan membuat manusia menyikapinya dengan salah. Cara pandang yang benar manusia terhadap apapun akan menjadikan manusia bisa memetik manfaat dari sesuatu itu demi kebaikan kehidupan.

Perjumpaan Nikodemus dengan Yesus, pada sebuah malam pada akhirnya bisa menghadirkan sebuah mujijat luar biasa. Mujijat itu berkenaan dengan perubahan paradigm iman dalam diri Nikodemus. Sebelum berjumpa dengan Yesus, Nikodemus selalu memikirkan semua dalam bingkai pemikiran manusia, bahkan persoalan iman kepada Sang Khaliqpun dibingkai semuanya dalam perspektif manusia. Hal yang demikian yang membuat Nikodemus terpenjara oleh konsepnya yang serba manusia. Namun perjumpaannya dengan Yesus mampu merubah semuanya. Perjumpaan dengan Yesus menjadikan Nikodemus mengalami perubahan cara berpikir, perubahan paradigm kehidupan, yang kesemuanya menuju pada kebaikan.

Akibat keberanian Nikodemus menjumpai Yesus, maka terjadilah perubahan paradigm kehidupan dari yang serba manusiawi menuju ke “ruangan” Illahi. Dan semuanya berakibat baik untuk konsep iman dan kehidupan dalam diri Nikodemus yang berani menjumpai Yesus. Sekarang untuk kita semua, beranikah kita “Menjumpai” Yesus, lalu berdialog untuk kemudian mengubah cara pandang kita terhadap apapun?
Semua Kembali kepada kita.

Minggu, 05 Maret 2017

Kesabaran Laba-laba




Sudah sangat sering saya menjumpai binatang ini. Namun mekipun sering saya belum bisa bercakap dengannya, maklum saya bukan keturunan raja anglingdarma atau Salomo yang (katanya) bisa bercakap dengan hewan. Kembali ke soal hewan kecil nan indah bernama laba-laba itu. Sore hari saat saya membersihkan rumah dan sekitarnya, saya menjumpai dia sedang membangun jaringnya. Diantara tembok tempat tinggal saya dengan tembok rumah sebelah. Kami tidak mengganggunya, selalin tempatnya tinggi juga karena dia cerdas membangun rumahnya, jauh dari jangkauan kami.
 
TIPS SEJAHTERA


Saat saya melihat (bersama anak-anak saya), dalam hati berguman, “Hewan apa yang akan menjadi santapannya. Lha wong tempatnya memasang jarring saja sempit dan nampaknya bukan jalur utama hewan-hewan terbang melintas”. Namun justru dengan rasa penasaran itu saya tertarik untuk ikut mengamati, meskipun tidak selalu. Saya menyelesaikan kerja bakti  (bukan kerja Bekti lho ya..)membersihkan rumah sudah agak gelap. Kemudian kami mandi dan hendak melanjutkan aktifitas rutin saya. Sebelum saya berangkat, dengan senter HP saya masih menyempatkan menengok laba-laba dan rumahnya. Masih sepi, belum ada yang terjebak. Sayapun berangkat.

Sekitar tiga setengah jam kemudian saya pulang. Berganti baju kemudian menata ruangan rumah yang berantakan karena anak-anak yang bermain. Setelah berganti pakaian santai, mengambil sebatang rokok, keluar rumah dan mencoba kembali mengamati Laba-laba dan jaringnya.
“Waow…hebat!Ternyata Laba-laba itu sudah mendapatkan tangkapannya. Seekor serangga tertangkap. Serangga ini hanya hadir menjelang kemarau dengan suara berisiknya. Dia terbiasa terbang siang namun mungkin karena iseng, saat malam terbang dan terjebak di jarring Laba-laba itu”

Pengalaman sederhana itu mengajari saya tentang kehidupan, tentang berkat, tentang kesabaran dan tentang perjuangan. Laba-laba diciptakan Sang Pencipta dengan segala keunikannya, maka dengan keunikannya pulalah dia akan bertahan hidup. Dengan keunikannyalah dia bisa mengajari manusia tentang perjuangan dan kesabaran. Dan manusia yang beruntung bisa belajar kehidupan dari laba-laba itu adalah saya. Oleh karenaya saya jingin membagikannya kepada siapa saja.


http://bit.ly/d0nisety

Semoga Bermakna

Sabtu, 04 Maret 2017

Bukti Kekuatan




Dalam cerita pewayangan, di kisah Rama Tambah diceritakan bagaimana Ramawijaya mengajak kerjasama golongan kera membuat jembatan menuju Alengka. Namun sebelum proses itu, dalam salah satu versi cerita diceritakan bagaimana untuk membuktikan kesetiaan dan ejujuran niatnya, Wibisana diminta membuat jembatan dengan kesaktiannya. Dalam kisah  diceriterakan Wibisana mampu membuat jembatan hanya dalam hitungan detik. Semua takjub namun Anoman belum yakin, maka dengan Aji Mundri, dihempaskannyalah jembatan itu. Serta merta hancurlah jembatan buatan Wibisana itu. Apapun di dunia itu selalu membutuhkan ujian sebelum dinyatakan layak. Seberapapun cerita kuatnya sebatang kayu, namun jika belum teruji dengan ujian, belumlah ia dikatakan kuat.
Bacaan Injil minggu pertama di bulan maret 2017 ini, minggu awal prapaskah adalah kisah tentang bagaimana “Ketangguhan” Yesus diuji. Dengan tiga serangan telak menyasar titik lemah sifat kemanusiaan, si Jahat hendak menguji (terjemahan Injil menguji) Tuhan Yesus. Singkat cerita (karena saya yakin semua jemaat sudah hafal kisah ini), Yesus lolos dari sergapan Si Jaha untuk mengalahkannya. 

Dari cerita tentang pencobaan Iblis terhadap Yesus, terutama dari Matius 4:1-11, kita bisa memetik pelajaran berharga. Yang pertama, ujian hidup akan selalu menyerang sisi terlemah kehidupan kita, entah itu lapar,populer dan kekuasaan. Semua titik lemah kita sebagai manusia diketahui si jahat (iblis), oleh karena itu belajar dari Tuhan Yesus, berjagalah dan waspadalah. Kisah Yesus sejatinya juga sebagai sebuah peringatan kepada siapa saja (yang sadar) untuk waspada dan berjaga, buka sekedar terkagum-kagum dengan kekuatan Yesus. Yang kedua, dari kisah pencobaan itu, kita bisa menyadari bahwa kekuatan bisa dikatakan kuat dan kokah jika sudah lolos uji. Iman tanpa ujian, tidak bisa dikatakan  kuat.

Dari uraian sederhana di atas, kita bisa memetik nilai-nilai kehidupan iman yang penting untuk iman kita. Bahwa ujian dalam hidup sejatinya bukanlah bencana, namun sebagai sebuah “jalan” Tuhan menaikan “level” kehidupan iman kita. Seberapa kokoh/kuatkah iman kita akan bisa dibuktikan dengan kemampuan kita mengalahkan ujian. Yesus sudah memberi teladan luar biasa untuk hal ini, maka mari kitapun mencoba membuktikannya dengan mengalahkan semua ujian kehidupan kita.
Selamat Menikmati Ujian Hidup

FIKSI Di Malam PASKAH