Kamis, 09 Juni 2016

CHOOSE ENJOYMENT



Instead of making your work a burden, make it a blast. Have fun with it, no matter what it may be.
THE WAY FOR GET GOOD PICTURE 
As long as you’re spending the time, you might as well spend it enjoyably, and that’s a choice you can always make. Plus, when you enjoy what you’re doing, you’ll naturally do it with more creativity and effectiveness.
Remember, it’s not the task, or the situation, or the people that determine how much fun you’re having. It’s you, and your attitude.
It makes no sense to fight against what you’re doing. Do yourself a favor and choose to enjoy it.
Imagine empowering yourself, just by the way you decide to look at your situation. With an attitude of enjoyment, increased power is yours.
Make life more enjoyable by deciding to enjoy more of life. Choose to enjoy, and experience how powerful that choice can be.

Rabu, 08 Juni 2016

BELAJARLAH PEDULI



Sulitkah melakukan  pernyataan di atas? Mengapa Sulit,mengapa bisa demikian? Nah, untuk masuk ke dalam statement di atas, perkenankanlah  saya mengutip sebuah kisah nyata yang saya ambil dari buku SEPIA: Kecerdasan Milyuner, Warisan yang Mencerahkan Keturunan Anda.
Ingin Peduli masa depan??  INI CARANYA 
Terdapat sebuah keluarga di Bandung, dengan kepala keluarganya bernama Ahmad (bukan nama sebenarnya). Ahmad adalah seorang berusia tanggung menjelang empat puluhan yang dikarunia delapan orang anak. Ia menghadapi persoalan klasik, yakni kesulitan dalam mengatur rumah tangga bersama istrinya, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ahmad mencoba memecahkan persoalan ini dengan istrinya dengan berbagai kiat, tentu dengan keterbatasan anggaran yang mereka miliki. Mereka telah berupaya mempekerjakan beberapa pembantu rumah tangga paro waktu untuk memecahkan masalahnya, namun kehadiran para pembantu rumah tangga tersebut tidak memecahkan masalah, dan malah membawa banyak masalah baru.
Akhirnya Ahmad ingin menerapkan metode diskusi partisipatif. Ia mengajak lima orang anaknya yang telah berusia 15, 13, 11, 9, dan 7 tahun untuk berembuk dengan ia dan istrinya. “Anak-anak, seperti yang kita ketahui dan lihat sehari-hari, Ibu amat kerepotan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga; dan Bapak hanya bisa sedikit membantu karena harus bekerja mencari nafkah. Hari ini Bapak ingin mengajak rapat keluarga untuk memecahkan masalah ini.”
Ingin Memiliki Bisnis Hebat? INI CARANYA
Untuk memulai rapat itu, Ahmad memberikan saran, “Bagaimana pandangan anak-anak bila kita lakukan pembagian kerja?” Tiba-tiba si sulung menukas dengan tegas, “Menurut saya bukan itu permasalahan sebenarnya.” Kini semua mata dan telinga tersedot pada pembicaraan si sulung.
Si sulung melanjutkan, “Menurut saya, masalahnya ada pada perilaku yang kurang peduli. Tidak peduli sampah tercecer di mana-mana. Tidak peduli piring dan gelas tergeletak di mana-mana. Tidak peduli untuk membereskan alat-alat sholat seusai dipakai. Dan masih banyak ketidakpedulian lain. Jadi bila kita ingin rumah kita lebih bersih, kita harus secara bersama-sama mengubah tingkah laku.”
Ahmad dan istrinya maupun anak-anaknya yang lain terhenyak. “Tampaknya benar juga pandangan si sulung ini,” pikir Ahmad. Maka Ahmad menyambung, “Terus masalahnya adalah bagaimana merealisasikannya dalam bentuk yang lebih praktis. Bagaimana jika kita buat daftar beberapa hal mengenai KEPEDULIAN UNTUK MELETAKKAN SEGALA SESUATU PADA TEMPATNYA yang harus kita ikuti secara bersama-sama, dan tetap diperlukan pembagian tugas yang tidak memberatkan masing-masing?” Anak-anak setuju dengan pendapat Ayahnya ini. Kemudian mereka bersama-sama membuat daftar kepedulian sebagai berikut.
PRINSIP TIDAK BOLEH SALING MENYALAHKAN DALAM BERKOMUNIKASI LETAKKAN SEGALA SESUATU PADA TEMPATNYA
- Kalau lihat sampah bawa ke tempat sampah - Kalau lihat piring/gelas kotor, bawa ke belakang - Kalau habis makan/minum, cuci sendiri piring/gelasnya - Alat-alat sholat kembalikan ke tempatnya - Setelah baca koran, komik, buku, CD kembalikan ke tempatnya - Kalau menggunakan sepeda/motor, masukkan kembali - Habis mandi, handuk diletakkan di tempatnya atau dijemur - Pakaian kotor diletakkan di mesin cuci dan/atau di ember - Bangun tidur, bereskan tempat tidur
Prinsip-prinsip kepedulian ini diketik besar-besar, dicetak, dibaca bersama dan kemudian ditempelkan di beberapa tempat di rumah. Hari demi hari berlalu, hal yang mengejutkan benar-benar terjadi. Istri Ahmad merasakan suatu perubahan besar. Rumah menjadi selalu bersih, tidak perlu pembantu sama sekali. Namun, Ahmad dan istrinya menyadari sepenuhnya, bahwa REVOLUSI KEPEDULIAN ini bisa berlangsung terus atau sebaliknya segera surut lagi. Secara rutin, Ahmad mengumpulkan anak-anak dan istrinya untuk rapat membicarakan masalah keluarga. Pada kesempatan itu Ahmad selalu berusaha memuji perubahan yang telah dilakukan oleh seluruh keluarga sehingga rumah menjadi lebih bersih. Dan pada kesempatan itu pula, Ahmad minta dokumen KEPEDULIAN yang telah dihasilkan oleh rapat yang lalu tersebut diulang dibaca dan dikaji bersama-sama.
Seperti yang kita lihat bersama cerita di atas. Secara sederhana dapat ditarik kesimpulan bahwa, ketakpedulian terhadap sekitar adalah sama dengan ketakpedulian terhadap diri sendiri. Hal ini bisa terjadi, disebabkan oleh karakter yang kita bangun sendiri. Adalah mustahil kita mengharapkan yang lebih baik pada diri sendiri, padahal kita tidak berusaha untuk memperbaiki karakter kita.
Jelas terlihat bahwa, dalam sebuah keluarga – bahkan dalam masyarakat – keterikatan antara elemen yang ada merupakan bagian penting dalam mencapai harapan bersama. Keluarga (setiap anggota keluarga) tersebut mengharapkan rumah selalu dalam keadaan bersih, tetapi “perilaku cuek” setiap elemen justru tidak mengakibatkan harapan tersebut terjadi. Ketakpedulian terhadap sekitar ini justru berdampak langsung terhadap diri sendiri. Ini sama saja bahwa kita sendirilah yang tak peduli terhadap diri kita sendiri.
Biasanya, ketakpedulian terhadap diri sendiri mengakibatkan dampak yang lebih buruk lagi. Ketika harapan kita tak terwujud – dan mustahil terwujud, jika kita masih “berperilaku cuek” – yang sering terjadi adalah kita menyalahkan orang lain. “Ini kan salah dia!”, bersit kita dalam hati. Atau, jika tak menemukan orang lain untuk disalahkan, yah menyalahkan diri sendiri.
Andrew Matthews mengatakan, “Hidup akan berubah jika kita berubah!” Yah, saya kira apa yang Andrew katakan benar adanya. Kita mustahil mendapatkan sesuatu, jika kita sendiri tidak berubah/berusaha mendapatkannya. Apa yang terjadi pada diri kita, merupakan hasil dari apa yang kita kerjakan. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, yah kerjakanlah sesuatu untuk mendapatkannya.

A LITTLE EFFORT



In the next half hour, with a little effort, you can have one less problem than you had before. With a little effort, you can quickly gain some positive momentum.
YOUR MIRACLE 
With a little effort, and a little more, you can build great value, one step at a time. With a little effort, you’ll be getting yourself hooked on the satisfying feeling of making a difference.
Instead of wasting time with worries and complaints, invest that time in effective effort. Instead of getting caught up in shallow, worthless distractions, get yourself captivated by the good things you can do.
Time is passing and you cannot hold it back. What you can do is make it count.
What you can do is fill this day with rich experiences and meaningful achievements. What it takes, is a little effort.
Go ahead and energize your life by making a little effort. You’ll always be thankful, every time you do.

Selasa, 07 Juni 2016

Ayam,Gajah,Harimau dan Tikus



Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang menemani seorang nahkoda. Hewan itu ialah ayam, gajah, harimau dan tikus. Suatu hari keempat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.
Kata Ayam : "Aku selalu memberi telur kepada nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."
CERDIKLAH MENATA MASA ANDA 
Gajahpun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda kita untuk mengangkat barang-barang berat."
Harimau menimbrung "Kalau aku terkenal sakti dan selalu dapat memenangkan setiap pertempuran, aku selalu melindungi nahkoda kita dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat".
Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang dia katanya : "Tikus apa fungsimu di sini, hanya engkau yang tak mempunyai fungsi di sini.hahahaha". Mereka mengejek tikus itu.
Suatu hari kapal itu terantuk pada tonjolan karang dan bocor. Keempat hewan itu dan nahkodanya panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena lokasi kebocoran berada di tempat tersembunyi sehingga tidk bisa ditemukan. Tikus berpikir....Selengkapnya SINI

THE BRIDGE



You are worthy of great things, yet that’s no guarantee you’ll have them. You are worthy of greatness, and that obligates you to put work into creating greatness.
BRIDGE YOUR PICTURE 
Anything is possible, yet the possibilities don’t manifest themselves. You must be realistic about the effort involved to improve your reality.
Desire motivates you to achieve, yet desire alone does not create achievement. Desire strongly pushes you, but does not do the work for you.
You have the good fortune of being able to transform your circumstances in the way you choose. The effort required of you makes the deal even sweeter.
Not only can you create richness, you can add to your strength and capability in the process. Because the work is what gives the rewards meaning and value to you.
Your persistent action is the bridge between what you envision in your thoughts and what you create in reality. Make that bridge strong, robust, productive and fulfilling.

Senin, 06 Juni 2016

Perubah Hidup Pemulung Cilik


Pagi hari yang cerah, matahari terbit di ufuk timur, sinar merah mudanya menyinari alam yang liar. Kusman terbangun dari tidurnya, lalu bergegas mempersiapkan pekerjaan yang ia lakukan setiap harinya. Di usia 10 tahun Kusman memilih menjadi pemulung yang mencari barang-barang bekas. Anak-anak se-usia Kusman saat pagi hari semestinya pergi ke sekolah, namun tidak untuk Kusman, ia telah putus sekolah karena masalah dengan biaya. Ia hidup bersama ibunya di sebuah rumah kecil yang kumuh di pinggiran ibukota, sedangkan bapaknya meninggal di saat Kusman masih balita. Kondisi ekonomi keluarga Kusman sangatlah memprihatinkan, ibunya bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya tidak menentu setiap harinya. Keadaan inilah membuat Kusman memilih membantu ibunya memperbaiki ekonomi keluarga.
“Mak, Kusman berangkat dulu”, kata Kusman sambil mencium tangan ibunya.
“Hati-hati di jalan ya man”, jawab ibunya.
“Asslamu’alaikum mak”, salam Kusman saat meninggalkan rumahnya.
“Wa’alaikumsalam”, jawab ibu Kusman.
Semangat yang besar itu selalu ia teguhkan dalam hatinya dalam mencari barang-barang bekas. Kusman pun pergi dengan membawa keranjang kayu dan sebuah tongkat besi yang runcing di ujungnya untuk mencari barang-barang bekas di sekitar komplek perumahan. Dengan berjalan kaki, ia menyusuri beberapa tempat sampah dan mencari barang-barang bekas.
“Mudah-mudahan hari ini beruntung, sehingga aku dapet sampah yang lebih banyak dari pada yang kemarin”, harapan kecil Kusman pada hari itu.
Terik matahari yang panas selalu menemani langkah Kusman dalam mencari barang bekas. Setiap Kusman melihat gelas plastik bekas air mineral maupun kardus, ia ambil dengan...selengkapnya di SINI 

SATISFACTION OF ACHIEVEMENT


Achievement is no great mystery. It’s just a matter of doing the work, and today you can do the work.
There’s some step you can take, right now, in the direction of whatever you choose to achieve. Instead of waiting, wishing or wondering, just go ahead and take that step.
Do you feel overwhelmed by all that must be done to reach the goal you’ve set? Instead of letting that feeling discourage you, allow it to inspire you.
Yes, there’s much to be done. And that’s a powerful reason to start getting it done right now.
Are you doubtful that your actions will get results? The way to remove that doubt is to go ahead, take the actions, do your best, and see what happens.
In this very moment, you can enjoy the satisfaction of achievement as you bring it into being. Get to work now, doing the great things you know you can do

FIKSI Di Malam PASKAH