Jumat, 27 November 2015

Pengamen Jalanan

Pengamen Jalanan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kuku yang biasa kugunakan untuk memetik senar gitar kini sudah mulai memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran disana. Kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalanan Ibu kota ini. Ku taruh gitar kecilku yang selalu menemani di setiap pagi dan siangku. Ku hitung receh demi receh yang berhasil kukumpulkan, berharap cukup untuk membeli sebungkus nasi dan segelas air minum untuk mengisi perutku dan adikku yang sedari tadi pagi sudah rewel tak terisi makanan.

Setelah membeli makanan, aku memakannya dengan berbagi separuh dengan Reza, adikku satu-satunya. Tiga tahun yang lalu, orang tua kami memiliki sebuah perusahaan besar, tapi karena di tipu habis-habisan oleh seorang investor nakal, maka raiblah semua harta benda kami. Tak ada sepeserpun uang yang bisa kami genggam. Dan satu tahun yang lalu, Ayah meninggal. Di susul dengan Ibu yang berangkat untuk mengadu nasib di luar negeri sebagai TKW. Meninggalkan kami berdua. Tapi sampai saat inipun tak ada kabar akan kembalinya Ibu. Sempat ada kabar angin
... baca selengkapnya di Pengamen Jalanan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 26 November 2015

Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan Nyata

Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan Nyata Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

01 Agustus 2006 – 06:02   (Diposting oleh: Editor)

“Kami tidak menyia-nyiakan waktu, walaupun satu menit saja, karena kami berharap apa yang kami lakukan bisa bertahan selamanya. Yang terpenting adalah mengatasi segala hal yang ada saat ini sebaik mungkin dan berhati-hati dengan apa yang sedang berlangsung saat ini.” Cheng Yen, pendiri Tzu Chi, yayasan kemanusiaan yang berpusat di Hualien- Taiwan

Bagaimana mewujudkan kasih sayang dan cinta kita ke dalam suatu tindakan yang berarti bagi sesama yang sedang menderita atau sedang dilanda kesusahan? Yang jelas hal itu membutuhkan kekuatan besar. Dikatakan bahwa kekuatan terbesar di dunia ini adalah kekuatan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas, entah dalam bentuk materi, waktu, motivasi atau tenaga.

Wanita yang dianggap sebagai mahluk tidak berdaya ternyata banyak berkiprah dalam misi kemanusiaan. Beberapa diantara mereka adalah Bunda Teresa atau Master Cheng Yen. Kedua wanita tersebut telah melakukan ribuan aktifitas dalam misi kemanusiaan yang menyentuh h
... baca selengkapnya di Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan Nyata Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 20 November 2015

The Power of ?Ojo Dumeh?

The Power of ?Ojo Dumeh? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di antara filosofi hidup orang jawa yang paling terkenal mungkin adalah “ojo dumeh”. Bahkan filosofi ini sudah mulai digunakan oleh kalangan yang lebih luas, tidak terbatas pada orang jawa saja. Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai “jangan mentang-mentang” ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Dalam hal kekayaan misalnya, jangan mentang-mentang kaya kemudian tidak menghargai yang miskin, apalagi melecehkan ataupun menghina. Ojo dumeh! Kekayaan yang kita miliki tidak bisa dijamin akan abadi. Bisa saja hari ini kita kaya tetapi malam nanti kekayaan kita dirampok orang dan ludes semua kekayaan kita. Kalau hal seperti itu terjadi, mau apa? Ini adalah refleksi dari realita kehidupan di mana ada kaya ada miskin, ada yang pintar ada yang bodoh, dan sebag
... baca selengkapnya di The Power of ?Ojo Dumeh? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 16 November 2015

Miskin Tapi Bahagia

Miskin Tapi Bahagia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang.

– John D. Rockefeller JR

Dalam rubrik Kilasan Kawat Sedunia, Harian KOMPAS pernah memuat ringkasan hasil survei yang menarik perhatian saya. Ia menceritakan hubungan antara uang—indikator utama yang sering dipergunakan untuk mengukur seberapa kaya atau seberapa miskin seorang anak manusia itu—dengan kebahagiaan. Survei yang unik dan jarang dilakukan ini—setahu saya belum pernah ada survei semacam ini di Indonesia—mungkin dapat memberi pelajaran tertentu pada kita. Berikut petikannya:

Pemeo ”uang tak bisa membeli kebahagiaan” ternyata memang benar. Sebuah survei di Australia menunjukkan, kaum kelas menengah di Sydney masuk kategori warga yang paling menderita di Australia. Sebaliknya, tingkat kebahagiaan warga yang hidup di beberapa daerah pemukiman paling miskin malah lebih tinggi.

”Pengaruh uang pada kebahagiaan nyatanya hanya terasa pada golongan yang luar biasa kaya,” kata Liz Eckerman, peneliti dari Universitas Deakin, seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (13/2).

”Uang tak bisa membeli kebahagiaan. Ini jelas terbukti dalam jajak pendapat yang kami lakukan pada 23.000 warga yang sudah kami wawancarai,”
... baca selengkapnya di Miskin Tapi Bahagia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 11 November 2015

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rom dan Sam masih menodong supir bus yang malang itu. Karena ditodong, akibatnya supir itu tidak konsentrasi dalam menyetir. Seekor anjing tiba-tiba melintas mendadak. Supir bus terkejut bukan main. Ia berusaha mengerem, namun, ia kehilangan keseimbangan, bus itu berbelok secara tiba-tiba, dan jatuh ke danau. Semua penumpang menjerit. Joe merasakan pipinya terbentur, dan mulutnya dipenuhi air. Bus itu sekarang mengapung di danau. Airnya sebatas pinggang Joe sekarang. Joe menjerit dalam hati. Kenapa sih untuk mengikuti audisi The Master saja berbagai rintangan harus dia hadapi? Dari mulai dirampok, ditusuk, kerusuhan, dan sekarang ini..

Joe berusaha tetap tenang. “Abu?” panggilnya pelan. Abu ternyata tidak pingsan. “Ya. Aku disini.” kata Abu. “Rain?” panggilnya. “Ya, ya, aku hidup!” jawab Rain.
Joe merasa lega sekarang. Kemudian ia menoleh. Ia baru sadar ternyata penumpang bus itu kebanyakan anak-anak!
Anak-anak itu menangis ketakutan. Joe tak punya pilihan. Ia harus
... baca selengkapnya di Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selagi Masih Bisa

Selagi Masih Bisa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya.

Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya, Magy, di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy, putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.

Dia berkata dengan suara manjanya,

"Papa lihat !"

John menengok ke arahnya dan berkata,

"Wah, buku baru ya ?"

"Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong !"

"Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cep
... baca selengkapnya di Selagi Masih Bisa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 07 November 2015

Spiritualitas yang Sadar akan Resiko

Harga sebuah Ketulusan
Uang, semenjak diberlakukan sebagai alat penukar sering menjadi pangkal persoalan. Dengannya manusia bisa hidup rukun, tenang dan bahagia. Namun dengannya pula, manusia bisa saling bunuh satu dengan yang lainnya. Dengan uang, manusia bisa membuat sesama tersenyum riang namun dengan uang pula manusia bisa terluka dan bersedih sepanjang waktu. Uang, pada dirinya sendiri, dia tidaklah berarti. Ia berarti justru karena manusia yang memberi arti. Renungan ini tidak hendak menguraikan persoalan sejarah uang dan perkembangannya, namun hendak mengajak saudara semua, yang membaca tulisan ini,melihat diri masing-masing saat berada di sekitar uang. Adakah uang itu menguasai kita atau kita yang  menguasai uang?
Injil Markus pasal 12 ayat 30-44, berkisah tentang pandangan Tuhan Yesus tentang persembahan. Kebetulan saat itu sedang beribadah dan waktunya memberi persembahan. Banyak golongan kaya yang memberi dalam jumlah nominal besar, namun sedikit jika dibandingkan dengan jumlah uang yang mereka terima atau miliki. Hal itu berbanding terbalik dengan persembahan seorang janda. Si Janda hanya memberikan dua peser, atau satu duit, seharga biaya hidup minimal saat itu dalam satu hari. Dalam pandangan Yesus, pemberian janda itu lebih besar dari siapa saja yang memberikan uang/harta yang secara nominal lebih besar, mengapa? Karena yang ia persembahkan ialah sejumlah biaya hidupnya dalam satu hari itu. Si Janda meyakini bahwa dengan memberikan persembahan sejumlah uang  sebesar biaya hidup selama satu hari, Tuhan tidak akan meninggalkannya, akan tetap memeliharanya. Ia tidak ambil pusing akan makan apa hari itu, kenapa tidak pusing?Karena yakin selalu dalam pemeliharaan Tuhan. Si Janda, menunjukan Hakekat iman kepada Tuhan, iman tentang pemeliharaan Tuhan yang sempurna. Janda itu melihat (seperti Bartimeus) dengan iman bahwa uang itu alat bukan tujuan, sehingga dia memberikan sejumlah yang ia miliki, bukan sejumlah (kecil) dari miliknya. Ini berbeda dengan doa kita, selalu menyebut “Sejumlah kecil persembahan ini...” Ini yang membedakannya dengan orang kaya, benar si kaya memberikan uang dalam jumlah besar, namun ia masih punya cadangan untuk hidup, sehingga dengan persembahannya, belum tentu itu sebagai wujud iman, karena bisa jadi si kaya tidak beriman kepada pemeliharaan Tuhan, melainkan beriman dengan alat tukar yang bernama uang.
Mengapa Yesus memuji persembahan si Janda Miskin? Karena Menurut Yesus, harga hidup manusia itu lebih mahal dari apapun harta ini,meski hanya satu hari namun dalam konsep berpikir Yesus, itu jauh lebih mahal dari berapapun jumlah uang itu. Dan karena si Janda itu memberikan semua miliknya, maka itu yang berkenan. Totalitas dalam segala hal, itulah spirit si Janda itu. Si Janda meyakini pemeliharaan Tuhan dengan sangat sungguh-sungguh dan  Tuhan mendengar itu maka dipujanyalah  tindakan perempuan itu. Ketulusan Janda itu mendapat perhatian dari yesus, dan itu yang perlu menjadi teladan untuk siapa saja. Memberi dengan tulus, dengan sepenuh hati dan sesuai dengan berkat yang diterimanya.
Untuk kita? Silakan merenungkannya sendiri-sendiri.

Salam 

FIKSI Di Malam PASKAH