Minggu, 20 Desember 2015
Di Balik Perayaan Natal
Senin, 14 Desember 2015
Tidak Selalu Linier...
“Jangan marah pada Nina. Ibu yang sengaja datang kesini Vin. Tenangkan dirimu dulu.” Ia medekatiku, memberikan sentuhan lembut pada pundakku.
“Mau apa kesini?” Tanyaku ketus.
“Ibu melihat kamu berada di gang itu tadi. Apa yang kamu lakukan?” Tanya dia dengan lembut.
“Bukan urusanmu!”
“Apa kamu..?” Kini dalam inotasinya ia menyimpan kecurigaan.
“Tidak! Dalam hidupku aku tidak pernah sekalipun melakukan hal itu, hal yang kamu lihat di gang tadi. Sekalipun tidak!” aku meninggikan nadaku.
“Lalu mengapa kau kesana? Ceritalah pada Ibu. Percayakan pada Ibu, Vina.” Aku terdiam, mengatur amarah dan kecewaku..
“Ketika aku lahir, semua keluarga sangat bahagia, terlebih kedua orang tuaku. Saat itu aku terlahir premature, kata Mamah aku terlahir sangat kecil, tapi sangat mengemaskan, apalagi saat aku mulai tumbuh sebagai balita sehat. Mamah sering cerita masa-masa kecil diriku. Aku banyak disukai orang-orang, dulu sebelum aku pindah ke tempat ini, para tetangga sering menculikku, dan ketika mereka menggembalikan aku, aku sudah dalam keadaan bersih rapih dan tentunya cantik, mereka memandikanku, memakaikan baju baju bagus. Aku terkaget ketika mendengarkan cerita itu, aku berfikir pasti mamah dan ayah begitu bangga dengan diriku, yaa diriku saat masih kecil. Sekarang aku sudah mulai dewasa, umurku telah menginjak 18 tahun. Kehidupan yang ku jalani sekarang, sebelumnya tidak pernah terfikirkan. Sungguh! Ibu tidak merasakan bagimana hidup ditempat yang tidak semestinya. Rasanya setiap hari aku hanya bisa menghirup udara kotor, hingga aku sesak! Aku ini hanya manusia biasa.” Ibu menatap Iba diriku yang mulai bercucuran air mata, entah air mata pertanda sedih atau terharu bercerita masa kecil. “Sejak aku kecil sebenarnya aku sering menemui hal-hal janggal dalam keluarga ini.”
“Ayah sekarang kerjanya jauh. Jadi pulangnya lama.” Jawab mamah sambil membuatkan makanan untukku.
“Mamah udah ini mau pergi kerja lagi ya?”
“Iya, hati-hati di rumah ya. Jangan nakal. Nurut sama Ibu.” Nasehat mamah yang selalu di sampaikan sebelum pergi kerja. Sejak kecil aku di asuh oleh kakak Mamahku, aku memanggilnya Ibu.
“Ayaaaaaaaaaaaahh!!” aku memanggilnya kencang. Aku merasa sangat bahagia saat itu, jika sekarang aku teringat hal itu, perasaan sangat bahagia itu mucul kembali.
Kemudian aku digendongnya. Aku tidak mau turun dari pangkuannya, tidak mau lepas dalam pelukannya. Aku tidak mau. Aku tidak mau. Aku masih merindukannya. Tapi rasa kebahagiaan itu sejenak hilang tergantikan dengan rasa ketakutan yang sangat mendalam, hingga kini tidak terhapus dari rekaman dalam otakku. Tapi aku kecil tidak tahu menahu, yang ku tahu ada sesosok lelaki yang tanpa permisi, Dia masuk rumah dengan mengacungkan pisau, ujung pisau itu mengkilat, aku berlindung dibalik kaki Ayah. aku kenal lelaki itu. Aku sangat takut tapi tidak menangis atau berterik, lalu aku di tarik oleh Ibu dan langsung di bawa ke kamar. Kemudian aku hanya bisa mendengar, aku mendengar mereka saling berteriak, suasana menjadi gaduh. Ibu keluar kamar dan aku dengar, ibu menyuruh Ayah untuk pergi. Sesaat suasana yang gaduh menjadi tenang setelah suara bantingan pintu yang sangat kencang serasa meledak di telingaku.
Jumat, 11 Desember 2015
Tentang Malam dan Lonceng
Kamis, 10 Desember 2015
Buku dan Kakek..
“Penumpang bis Yogya–Solo yang saya hormati. Saya akan menawarkan buku IPS Terbaru.” Tiba-tiba seorang pedagang asongan menawarkan barangnya. Tangan kanan memperlihatkan barang pada para penumpang. Tangan yang kiri menenteng kardus berisi buku-buku.
“Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara yang saya hormati. Buku ini sangat pas untuk anak-anak kelas I, II, III, IV, V dan IV bahkan sampai tamat SMP. Setelah tamat SMP, berikan buku ini pada adiknya. Setelah adiknya tamat SMP. Berikan lagi pada adiknya lagi.” Aku lirik kakek. Tampaknya beliau antusias sekali mendengar kata-kata perkenalan dari pedagang asongan tersebut.
“Banyak pengetahuan yang bermanfaat dari buku ini. Tujuh keajaiban dunia, propinsi-propinsi yang terbaru di Indonesia, nama raja-raja yang terkenal dan bangsa yang mendirikannya. Rakai Samaratungga yang mendirikan Candi Borobudur, Rakai Pancapana yang mendirikan candi Kalasan, dan lain-lain. Buku ini sangat murah. Kalau di toko buku dijual RP 15.000,00, di sini cukup Rp 10.000,00. Sayang anak, sayang adik. Silakan buku dibawa pulang!!” katanya mengakhiri pidato sambil memberi kesempatan pada para penumpang mengamati buku dagangannya.
Kisah Inspiratif Tentang Ayam Petelur..
Jumat, 27 November 2015
Pengamen Jalanan
Kuku yang biasa kugunakan untuk memetik senar gitar kini sudah mulai memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran disana. Kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalanan Ibu kota ini. Ku taruh gitar kecilku yang selalu menemani di setiap pagi dan siangku. Ku hitung receh demi receh yang berhasil kukumpulkan, berharap cukup untuk membeli sebungkus nasi dan segelas air minum untuk mengisi perutku dan adikku yang sedari tadi pagi sudah rewel tak terisi makanan.
Setelah membeli makanan, aku memakannya dengan berbagi separuh dengan Reza, adikku satu-satunya. Tiga tahun yang lalu, orang tua kami memiliki sebuah perusahaan besar, tapi karena di tipu habis-habisan oleh seorang investor nakal, maka raiblah semua harta benda kami. Tak ada sepeserpun uang yang bisa kami genggam. Dan satu tahun yang lalu, Ayah meninggal. Di susul dengan Ibu yang berangkat untuk mengadu nasib di luar negeri sebagai TKW. Meninggalkan kami berdua. Tapi sampai saat inipun tak ada kabar akan kembalinya Ibu. Sempat ada kabar angin
... baca selengkapnya di Pengamen Jalanan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Kamis, 26 November 2015
Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan Nyata
01 Agustus 2006 – 06:02 (Diposting oleh: Editor)
“Kami tidak menyia-nyiakan waktu, walaupun satu menit saja, karena kami berharap apa yang kami lakukan bisa bertahan selamanya. Yang terpenting adalah mengatasi segala hal yang ada saat ini sebaik mungkin dan berhati-hati dengan apa yang sedang berlangsung saat ini.” Cheng Yen, pendiri Tzu Chi, yayasan kemanusiaan yang berpusat di Hualien- Taiwan
Bagaimana mewujudkan kasih sayang dan cinta kita ke dalam suatu tindakan yang berarti bagi sesama yang sedang menderita atau sedang dilanda kesusahan? Yang jelas hal itu membutuhkan kekuatan besar. Dikatakan bahwa kekuatan terbesar di dunia ini adalah kekuatan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas, entah dalam bentuk materi, waktu, motivasi atau tenaga.
Wanita yang dianggap sebagai mahluk tidak berdaya ternyata banyak berkiprah dalam misi kemanusiaan. Beberapa diantara mereka adalah Bunda Teresa atau Master Cheng Yen. Kedua wanita tersebut telah melakukan ribuan aktifitas dalam misi kemanusiaan yang menyentuh h
... baca selengkapnya di Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan Nyata Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
-
Senen Wage 3 Juni 2019 BENINGE EMBUN ESUK dalijo in eksen Pangentasan 40:16-38 Jabur 29 Yokanan 15:26-16:4a “Nanging...
-
Selasa Legi 20 April 2021 BENINGE EMBUN ESUK Hosea 5 : 15- 6:6 Jabur 150 2 Yokanan 1 : 1-6 Mulane payo padha tetepungan lan mb...